Kekuatan ilmu pelet sepenuhnya tertumpu pada kekuatan
keyakinan,laku,dan mantra.ilmu pelet terlaksana karena sebuah proses
laku batin melalui pengekangan diri dari segakam macam nafsu,mulai
mengurangi zat makanan,mengurangi jam tidur,dan segala aktifitas yang
bersifat duniawi.
Dari hal itu,akan di rasakan hasil suatu pertemuan berupa
karisma,wibawa,kesaktian,indra keenam,meningkatkan kesadaran pribadi
dan hal-hal yang bersifat gaib.
Dalam mistik sunan kalijaga mengisahkan seorang sarjana menyapa
seorang pertapa yang sedang berdoa.seraya menjelaskan bahwa
berdasarkan bahasa arab,pertapa itu tidak tepat dalam mengucapkan doa
yang di lafalkanya.
Sarjana tersebut sangat merasa puas telah meluruskan sang pertapa yang
buta huruf.di sebutkan pula bahwa siapa yang menguasai doa itu dapat
berjalan di atas air.
Sarjana itupun pergi dengan perasaan puasa atas amal baiknya.kemudian
dia mendegar suara dari belakang,lalu iya menoleh.ternyata,sang
pertapa tadi sedang berlari di atas air untuk mengejarnya."hei nak,aku
telah salah mengucapkan doa tersebut secara bertahun-tahun.tolong
ulangi kembali untukku dengan cara yang benar.sekali lagi."
dari cerita tersebut,di ketahui bahwa doa yang berbahasa arab itu pun
bisa di baca oleh siapa saja.yang penting adalah keyakinan yang
berdoa,dan di sertai dengan tirakat yaitu olah batin.
keyakinan,laku,dan mantra.ilmu pelet terlaksana karena sebuah proses
laku batin melalui pengekangan diri dari segakam macam nafsu,mulai
mengurangi zat makanan,mengurangi jam tidur,dan segala aktifitas yang
bersifat duniawi.
Dari hal itu,akan di rasakan hasil suatu pertemuan berupa
karisma,wibawa,kesaktian,indra keenam,meningkatkan kesadaran pribadi
dan hal-hal yang bersifat gaib.
Dalam mistik sunan kalijaga mengisahkan seorang sarjana menyapa
seorang pertapa yang sedang berdoa.seraya menjelaskan bahwa
berdasarkan bahasa arab,pertapa itu tidak tepat dalam mengucapkan doa
yang di lafalkanya.
Sarjana tersebut sangat merasa puas telah meluruskan sang pertapa yang
buta huruf.di sebutkan pula bahwa siapa yang menguasai doa itu dapat
berjalan di atas air.
Sarjana itupun pergi dengan perasaan puasa atas amal baiknya.kemudian
dia mendegar suara dari belakang,lalu iya menoleh.ternyata,sang
pertapa tadi sedang berlari di atas air untuk mengejarnya."hei nak,aku
telah salah mengucapkan doa tersebut secara bertahun-tahun.tolong
ulangi kembali untukku dengan cara yang benar.sekali lagi."
dari cerita tersebut,di ketahui bahwa doa yang berbahasa arab itu pun
bisa di baca oleh siapa saja.yang penting adalah keyakinan yang
berdoa,dan di sertai dengan tirakat yaitu olah batin.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar