
Fenomena dukun Cilik Ponari terus menebar sensasi. Kemunculannya bak sebuah magnet yang mampu menyedot perhatian kalayak ramai. Bahkan, ketika tempat praktek dukun cilik itu dinyatakan ditutup, ribuan calon pasiennya yang ingin sembuh lewat batu ajaibnya nekad protes. Benarkah batu ajaib itu benar-benar ampuh..?, berikut pengakuan sejumlah pasien Ponari yang berhasil ditemui Lawu Pos.
Ponari dengan batu ajaibnya, sampai saat ini masih menuai tanggapan yang berfariatif. Pro dan kontra mewarnai kemunculan dukun cilik asal Jombang itu. Ada yang bersikukuh cara pengobatan yang dilakukan dukun cilik itu sungguh tidak masuk akal bahkan menjurus menyesatkan. Oleh karenanya, ada pihak yang menentang keras dan meminta agar praktek itu segera diakhiri dan ditutup. Namun yang merasa yakin dengan keampuhan Ponari tidak kalah hebatnya. Hanya dalam hitungan hari, ribuan pasien yang berharap sembuh dari sakitnya berdatangan menyerbu tempat praktek dukun cilik itu. Dan tidak tanggung-tanggung, calon pasiennya-pundatang dari luar kota, luar jawa, bahkan dari negara tetangga. Sebegitu dahsytnya kabar keampuhan dukun cilik Ponari, sehingga kemunculannya cepat tersiar kemana-mana.
Ironisnya, pasca kemunculan Ponari, kamudian bermunculan Ponari-Ponari baru dengan segala sensasionalnya, tiba-tiba saja mereka muncul dan memiliki kemampuan sama seperti Ponari. Tidak jauh dari tempat praktek Ponari, muncul nama Dewi dan Slamet, kemudian muncul lagi di Pamekasan, Madura, dan terakhir muncul nama Pardi, bocah berusia 13 tahun dari Makasar yang punya batu mirip milik Ponari yang dapat digunakan menyembuhkan segama macam penyakit.
Entah mengapa, fenomena seperti ini terus bermunculan pasca kemunculan dukun cilik Ponari dari Jombang. Sebagian kalangan menganggap fenomena semacam ini sebuah hal yang lumrah dan akan hilang dengan sendirinya. Dan, agaknya pendapat seperti itu memang ada benarnya, sebab kenyataan yang terjadi saat ini, berita seputar kemunculan dukun cilik tersebut lambat laun mulai memudar dan tidak seheboh sebelumnya.
Dan mengenai batu ajaib yang dikabarkan bisa menyembuhkan segala macam penyakit itu, barangkali kita akan sepakat kalau fenomena itu berpulang kepada kita masing-masing, yang percaya silakan, dan yang tidak percaya juga silakan. Barangkali memang inilah jawaban yang dianggap pas untuk mensikapi munculnya pro –kontra seputar dukun cilik Ponari.
Namun diakui, fenomena Ponari telah membuat ribuan orang merasa penasaran dan bertanya-tanya, benarkah batu ajaib itu bisa mengobati berbagai macam penyakit..?, lagi-lagi hal itu kembali pada kita masing-masing. Namun dari infestigasi Lawu Pos, pro-kontra kembali mewarnai seputar batu ajaib milik Ponari itu, ada yang merasa yakin , namun ada pula yang sebaliknya.
Banyak Yang Cocok
Sekedar untuk memastikan, Lawu Pos-pun mencoba untuk mencari dan menemui beberapa pasien Ponari dari Madiun dan Magetan. Tidak begitu sulit untuk mendapatkan mantan pasien Ponari itu, sebab ketika berita seputar Ponari lagi Booming, tercatat ada ratusan pasien asal Madiun dan Magetan yang meluncur ke Jombang ikut antri untuk mendapatkan air dari Ponari. Dan, ternyata mereka punya cerita cukup berfariatif setelah meminum air pemberian dukun cilik itu.
Sukarti, 57, warga Sendangrejo, Madiun, misalnya, ia mengaku merasa nyaman dan sehat setelah dua kali meminum air pemberian Ponari. Padahal, kata perempuan itu, sebelumnya ia merasa badannya sakit-sakitan lantaran penyakit gula dan hipertensi yang sudah setahun dideritanya. “Memang ada perubahannya, setelah meminum air Ponari saya merasa nyaman dan sehat. Sebenarnya saya ingin berniat kembali ke sana, tapi sayangnya sudah ditutup,” katanya.
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Sadimun, 50, yang mengaku berangkat ke Ke Jombang satu rombongan dengan Sukarti. Sebelumnya laki-laki yang bekerja sebagai buruh tani itu menderita sakit rematik, namun setelah meminum air dari Ponari ia merasakan sakit linu-linu pada pinggangnya berangsur menghilang. ,”Sebenarnya saya masih pingin kembali ke sana, selain cocok biayanya juga sangat murah,” jelas Sadimun yang juga menyayangkan ditutupnya tempat praktek Ponari.
Tidak cuma Sukarti dan Sadimun, sejumlah pasien Ponari dari Kelurahan Josenan, Taman, Madiun, juga banyak yang mengaku merasa cocok dengan air pemberian dukun ajaib itu. ,”Memang banyak yang berobat ke sana, dan katanya kebanyakan mereka mengaku cocok dan merasakan penyakitnya berangsur-angsur sembuh,” kata Hari, 24, warga Josenan yang mengaku ada puluhan tetangganya yang berobat ke Jombang.
Tidak saja dari Madiun, sejumlah pasien Ponari dari Magetan-pun banyak yang mengaku merasa cocok setelah meminum air dari Ponari. Toyib, 64, dan Karman, 53, misalnya, warga Kiringan, Takeran, Magetan, mereka merasa penyakit asam uratnya berangsur sembuh setelah meminum air pemberian Ponari. Pengakuan serupa juga dilontarkan Gemi, 46, warga Jomblang, Lembeyan, Magetan, perempuan itu-pun mengaku penyakit darah tinggi yang dideritanya berangsur sembuh setelah meminum air dari dukun cilik itu.
Kabar kesembuhan pasien Ponari juga terdengar dari Kecamatan Maospati, Magetan. Informasi yang didapat Lawu Pos, ada puluhan pasien Ponari dari Kecamatan itu yang mengaku merasakan nyaman dan cocok setelah meminum air Ponari. Kabar kemanjuran air Ponari masih banyak lagi dijumpai disejumlah tempat di Madiun dan Magetan. Namun, puluhan pasien yang merasa cocok dengan air Ponari itu merasa kecewa lantaran tempat praktek dukun cilik itu sudah ditutup.
Dari sejumlah pasien Ponari yang sempat ditemui Lawu Pos, umumnya mereka memiliki kesan berfariatif setelah mereka meminum air pemberian Ponari. Ada yang merasa cocok dan yakin sembuh, namun ada pula yang biasa-biasa saja dan mengaku merasa tidak ada perubahan apa-apa pada penyakitnya setelah meminum air yang sudah dicelupi batu meteor milik Ponari.
Dan bagi pasien yang merasa cocok setelah menenggak air pemberian Ponari, mereka mengaku dua hingga tiga kali pergi ke Jombang untuk antri mendapatkan air di tempat praktek Ponari. Namun bagi pasien yang tidak merasakan apa-apa pada penyakitnya, mereka enggan untuk kembali lagi mengingat antrian untuk mendapatkan iar itu cukup merepotkan bahkan sampai berhari-hari.
Dulu Milik Empu
Pengobatan ala Ponari dengan mencelupkan batu ajaib kedalam air yang dibawa sang pasien, memang banyak mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan. Ada yang mengatakan pengobatan dengan cara itu sangatlah lucu dan sangat tidak masuk akal, terlebih kemudian muncul usaha para pasien yang cenderung ngawur seperti mengambil air comberan dan air bekas mandi disekitar rumah Ponari. “Kalau ada yang merasa sembuh setelah meminum air itu, saya yakin itu hanya sugesti belaka,” Ujar salah seorang Pegawai Dinkes Madiun yang tidak ingin disebutkan jati dirinya.
Namun ada kalangan yang menyadari betul kalau fenomena Ponari dengan ribuan pasiennya itu merupakan hal yang sifatnya lumrah dan sangat dimaklumi. Mengingat biaya berobat saat ini yang begitu mahal, membuat seseorang memilih mencari tempat pengobatan alternatif yang murah dan manjur. Dan ketika tersiar kabar muncul dukun cilik bernama Ponari yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, warga-pun langsung tertarik dan ingin mencoba. ,”Jadi fenomena semacam ini lumrah, toh nanti akan hilang sendirinya,” ujar salah seorang warga Madiun yang memilikiki kemampuan pengobatan sepranatural.
Dan mengenai batu meteor yang berhasil dimiliki Ponari, salah seorang sesepuh dan juga tokoh agama cukup terkenal di Madiun, sempat bercerita sedikit seputar batu ajaib yang konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit itu. Dikatakan, kalau batu yang saat ini ada dalam penguasaan Ponari itu memang batu meteor, itu memang ada benarnya.
Sebab, katanya bercerita, batu langit yang diyakini memiliki pamor tersebut sejak jaman kerajaan dulu memang sudah banyak yang memiliki terutama para empu (pembuat keris). Pada jaman kerajaan, sebagaian besar para empu sakti bercokol di pulau jawa, dan pusaka (keris) yang kala itu dianggap paling sakti yang pamornya dilapisi batu meteor.
Dikatakan juga, batu meteor yang terjatuh ke bumi sebenarnya ada dua macam, positif dan negatif. Kalau negatif, batu meteor tersebut justru mengandung racun yang sangat berbahaya, sementara yang positif mengandung unsur kimia yang dapat menyerap racun. Bisa jadi, batu meteor yang saat ini dalam tangan Ponari tersebut memang benar adanya dan termasuk yang positif. Dan secara teori, kalau batu tersebut dicelupkan dalam air dan diminum, air itu bisa menyerap atau menetralisir semua racun atau penyakit dalam tubuh.
Cuma bedanya, kalau batu meteor jaman kerajaan dulu jatuh pada tangan seorang empu yang sakti dan memiliki kemampuan linuwih, sementara batu meteor yang ada di Jombang tersebut berada dalam kekuasaan seorang anak kecil bernama Ponari yang notabone masih klas 2 SD. “ Karena masih bocah, dikawatirkan ada pihak lain yang memanfaatkan menjurus ke sirik,” ujar sesepuh tersebut yang mewanti-wanti agar jati dirinya disembunyikan. (bram/rafi/el’POS)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar